Sebanyak 1.000 personel Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) turun langsung untuk membersihkan tumpukan sampah di sepanjang kawasan Pantai Boulevard, Manado. Aksi nyata ini bertujuan untuk mengembalikan kebersihan ikon wisata kota yang mulai tertutup limbah plastik dan sisa kayu. Bahkan, Kapolda Sulut memimpin langsung barisan anggota dalam menyisir setiap sudut area publik tersebut sejak pagi buta.
Langkah masif ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, petugas membagi personel ke dalam beberapa kelompok kecil guna menjangkau area bebatuan penahan ombak yang sulit diakses. Polda Sulut ingin memberikan contoh nyata kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan pantai sebagai aset bersama.
Sinergi Bersama Warga dan Pemerintah Kota
Aksi bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan anggota kepolisian, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari petugas kebersihan Pemerintah Kota Manado. Selain itu, warga sekitar dan para pedagang di kawasan Boulevard turut membantu mengumpulkan sampah yang berserakan di trotoar. Sebab, lingkungan yang bersih akan meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung perputaran ekonomi lokal.
Akibatnya, puluhan truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup terlihat bolak-balik membawa muatan menuju tempat pembuangan akhir. Namun, tim lapangan tetap bekerja dengan teliti agar tidak ada sampah plastik kecil yang tertinggal di celah-celah beton. Selanjutnya, pihak kepolisian berencana memasang papan imbauan di beberapa titik strategis agar warga tidak lagi membuang sampah ke laut.
Harapan Kapolda untuk Kesadaran Masyarakat
Kapolda Sulut menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemerintah. Bahkan, beliau menyayangkan masih banyaknya sampah rumah tangga yang terbawa arus sungai hingga bermuara di Pantai Boulevard. Oleh sebab itu, perubahan perilaku membuang sampah menjadi kunci utama untuk menjaga keindahan Manado secara permanen.
Baca juga:Progres MORR Malalayang–Winangun Dipaparkan dalam RDP
“Kami ingin lingkungan ini bersih agar warga dapat berolahraga dan bersantai dengan nyaman. Oleh karena itu, mari kita berhenti menjadikan laut sebagai tempat sampah raksasa,” tegas Kapolda Sulut di lokasi.
Selanjutnya, Polda Sulut akan terus mengawal kegiatan serupa di berbagai titik rawan sampah lainnya di Sulawesi Utara. Dengan demikian, kesadaran kolektif masyarakat diharapkan dapat tumbuh seiring dengan hadirnya aksi-aksi inspiratif dari pihak berwajib.
Antisipasi Banjir dan Pencemaran Laut
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai langkah antisipasi terhadap risiko banjir rob yang sering membawa material sampah ke daratan. Sebab, tumpukan sampah yang menyumbat saluran air di sekitar pantai dapat memicu genangan saat hujan lebat turun. Oleh karena itu, pembersihan area pesisir secara rutin menjadi program prioritas untuk melindungi infrastruktur kota.
Berikut adalah beberapa poin utama aksi bersih Boulevard:
-
Pembersihan Masif: Mengumpulkan berton-ton sampah hanya dalam waktu beberapa jam saja.
-
Partisipasi Luas: Melibatkan berbagai satuan kerja mulai dari Brimob hingga Polairud Polda Sulut.
-
Fokus Plastik: Memprioritaskan pengumpulan sampah plastik yang sulit terurai secara alami.
Sebagai tambahan, kepolisian juga mengajak komunitas pecinta alam untuk berkolaborasi dalam menjaga keasrian taman kota. Sebagai penutup, pemandangan Pantai Boulevard kini jauh lebih segar dan menarik mata setelah aksi bersih-bersih berakhir. Dengan demikian, seluruh warga Manado kini dapat menikmati kembali keindahan matahari terbenam tanpa terganggu oleh bau tidak sedap dan pemandangan sampah.




