Jakarta – Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka kembali mencuri perhatian publik. Cuitannya di platform X (Twitter) yang berbunyi ‘Let Him Cook’ langsung viral dan mengundang berbagai spekulasi. Setelah ramai dibicarakan, Gibran akhirnya memberikan penjelasan.
Cuitan Gibran Viral di Media Sosial
Gibran menuliskan kalimat ‘Let Him Cook’ di akun pribadinya. Tak lama setelah unggahan muncul, warganet langsung memperbincangkannya. Sebagian netizen menilai cuitan itu menyiratkan dukungan politik, sementara yang lain melihatnya sekadar gaya gaul anak muda.
Karena perbincangan semakin ramai, banyak pihak kemudian menunggu klarifikasi dari Gibran. Publik ingin tahu apakah kalimat singkat itu memiliki pesan politik tertentu atau hanya seloroh biasa.
Gibran Memberikan Penjelasan
Ketika wartawan menemuinya di Balai Kota Solo, Gibran langsung menanggapi pertanyaan soal cuitannya. Ia menegaskan bahwa ‘Let Him Cook’ hanyalah istilah santai. “Artinya biarkan orang itu bekerja dulu, jangan ganggu. Tidak ada maksud politik, jangan dibawa ke mana-mana,” ujar Gibran sambil tersenyum.
Dengan pernyataan itu, Gibran berusaha menekankan bahwa ia tidak sedang menyindir pihak tertentu. Ia hanya menggunakan bahasa populer agar terasa dekat dengan warganet.
Asal-Usul Istilah ‘Let Him Cook’
Istilah tersebut berasal dari budaya internet di Amerika Serikat. Awalnya, komunitas gamers dan pengguna TikTok sering menggunakannya. Mereka memakainya untuk menyemangati seseorang agar terus berproses. Karena populer, ungkapan itu kemudian menyebar ke berbagai konteks, termasuk politik.
Dengan demikian, tidak heran bila masyarakat Indonesia juga menafsirkan kata-kata itu sesuai dengan kondisi yang sedang hangat.
Respons Warganet Beragam
Setelah Gibran menjelaskan maksud cuitannya, warganet tetap meramaikan kolom komentar. Ada yang menganggap jawaban tersebut menunjukkan gaya komunikasinya yang santai. Namun, ada pula yang menilai istilah itu tetap bisa memunculkan tafsir politik.
“Kalau pejabat pakai istilah gaul, anak muda memang lebih gampang relate. Tapi karena posisinya penting, tetap saja orang bakal menghubungkan dengan politik,” tulis seorang netizen di X.
Pandangan Pakar Komunikasi Politik
Menurut pakar komunikasi politik dari UGM, penggunaan bahasa santai bisa menguntungkan. Ia menilai gaya Gibran mendekatkan tokoh politik dengan generasi muda. Namun, ia juga mengingatkan bahwa setiap kata dari pejabat publik pasti punya bobot besar. Karena itu, publik cenderung mencari makna tersirat di balik ungkapan yang sederhana sekalipun.
Baja Juga : Sepi Penumpang, Wings Air Setop Penerbangan Rute Toraja-Manado
Gibran Tetap Santai
Walaupun cuitannya viral, Gibran tetap santai menanggapinya. Ia menegaskan bahwa ia akan terus aktif di media sosial. Menurutnya, gaya komunikasi seperti itu membuatnya lebih mudah berinteraksi dengan generasi muda.
“Saya pakai gaya saya sendiri. Kalau ada istilah-istilah gaul, ya biar lebih nyambung dengan netizen. Tidak usah dibesar-besarkan,” tutup Gibran.

