Manado – Oknum Guru Terlibat Kasus Dugaan Kekerasan di Sulawesi Utara, Begini Tanggapan Akademisi Unima. Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru di Sulawesi Utara belakangan ini memicu perhatian publik. Menurutnya, pendidikan memiliki tujuan membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, bukan menciptakan rasa takut atau trauma.
Insiden yang melibatkan tenaga pendidik di sejumlah sekolah negeri ini dinilai mencoreng dunia pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima), Meike Imbar menegaskan bahwa kekerasan dalam dunia pendidikan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.
“Kekerasan dalam dunia pendidikan, khususnya di lembaga formal, merupakan hal yang harus dihindari. Itu menyangkali hakikat pendidikan itu sendiri,” ujar Meike, Rabu (12/11/2025) malam.
Menurutnya, pendidikan memiliki tujuan membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, bukan menciptakan rasa takut atau trauma. Ia menilai, tindakan kekerasan oleh guru bukan hanya melanggar etika profesi, tetapi juga dapat terjerat hukum jika memenuhi unsur pidana.“Guru adalah figur teladan. Ketika ia melakukan kekerasan, maka ada persoalan nilai dan kontrol diri yang perlu diselidiki lebih dalam,” kata Meike.
Meike juga menilai penting dilakukan telaah mendalam terhadap guru yang terlibat, untuk mengetahui latar belakang serta penyebab tindakan tersebut. “Telaah itu harus dilakukan secara objektif. Jangan hanya menghukum, tapi juga mencari akar persoalan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Ia menegaskan, kasus seperti ini menjadi alarm bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memperkuat pembinaan terhadap tenaga pendidik. “Guru perlu dibekali kemampuan mengelola emosi, komunikasi efektif, dan pendekatan psikologis terhadap siswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Meike menekankan bahwa pendidikan lanjutan bagi guru menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan profesionalisme mereka. “Guru bukan hanya pengajar, tapi pembimbing moral. Maka peningkatan kapasitas dan pembinaan berkelanjutan wajib dilakukan,” pungkasnya. “Kasus ini sudah dilaporkan oleh keluarga korban di Polresta Manado,” ujar Iptu Agus, Selasa (12/11/2025).
Baca Juga : Waspada Hujan dan Angin Kencang di Sulut Hari Ini, Info BMKG Dapat Berlangsung hingga Jam 3.30 Wita

Iptu Agus menjelaskan kronologi korban dianiaya oleh oknum guru tersebut. Kejadian bermula saat korban mendatangi sekolah untuk bertemu dengan kakaknya, di situ bertemu dengan oknum guru tersebut. Tak berselang lama korban dipukul oleh oknum guru tersebut hingga mengalami sakit. “Laporan dari orang tua sampai di rumah korban langsung muntah-muntah dan sakit kepala, namun masalah kenapa masih didalami penyelidikan.
Sehingga pihak keluarga membuat laporan resmi di Polresta Manado dan diarahkan untuk melakukan visum di rumah sakit,” ujar Iptu Agus. Menurutnya, korban maupun oknum guru tersebut telah dimintai keterangan terkait kasus ini. “Keluarga korban meminta proses hukum terus berlanjut,” ungkapanya.
Diketahui, kasus ini telah viral sehingga Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PKS, Nur Amalia, langsung turun tangan setelah menerima laporan dari warga. Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini diproses secara hukum.





