Tiga rumah warga di Kota Manado, Sulawesi Utara, rusak akibat peluru nyasar. Warga menduga peluru itu berasal dari latihan tembak Kompi Kavaleri TNI AD. Kejadian ini membuat banyak orang panik sekaligus khawatir akan keselamatan keluarga mereka.
Kronologi Kejadian
Insiden berlangsung pada siang. Saat warga beraktivitas, terdengar suara benturan keras di atap dan dinding rumah. Setelah memeriksa, mereka menemukan lubang peluru yang menembus genteng serta dinding.
Seorang warga mengaku mendengar suara tembakan jelas dari arah lokasi latihan militer yang berjarak beberapa kilometer. Walaupun tidak ada korban jiwa, para pemilik rumah menanggung kerugian material.
Respon Warga dan Pemerintah
Warga segera melapor ke aparat setempat. Mereka menuntut penjelasan resmi dari pihak militer serta jaminan keamanan. Pemerintah Kota Manado langsung turun ke lokasi, mencatat kerugian, dan berkoordinasi dengan TNI untuk menindaklanjuti laporan warga.
Keterangan dari TNI
Komando Daerah Militer XIII/Merdeka menyatakan sedang menyelidiki sumber peluru tersebut. Jika tim investigasi membuktikan peluru itu berasal dari latihan kavaleri, mereka berjanji melakukan evaluasi serta memperketat pengawasan latihan di sekitar pemukiman.
Baca Juga :
Eddy Soeparno Dorong Manado Terapkan Teknologi Waste to Energy
Kesimpulan
Kejadian peluru nyasar di Manado ini menegaskan pentingnya pengawasan saat latihan militer. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menimbulkan kerugian material dan meningkatkan kecemasan warga. Ke depan, koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah harus berjalan lebih baik agar insiden serupa tidak berulang.


