Tangkapan Manado – Tradisi Sahur Akbar yang digelar oleh Pemuda Islam di Ternate Baru, Manado, menjadi simbol kuat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.
Kegiatan yang berlangsung selama bulan suci Ramadan ini tidak hanya diikuti oleh umat Muslim, tetapi juga melibatkan warga non-Muslim yang turut hadir dan makan bersama.
Wujud Nyata Toleransi
Sahur Akbar ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai toleransi dan kebersamaan dapat terjalin dengan baik di tengah masyarakat yang beragam. Kehadiran warga non-Muslim menunjukkan adanya rasa saling menghormati dan menghargai antarumat beragama.
Suasana penuh keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung, tanpa sekat perbedaan.
Pererat Hubungan Sosial
Selain sebagai kegiatan keagamaan, Sahur Akbar juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga. Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul, berbincang, dan menikmati hidangan sahur bersama.
Kegiatan ini dinilai mampu memperkuat persatuan serta menjaga keharmonisan di lingkungan.

Baca juga: Temuan BBPOM di Manado Saat Sidak di Sejumlah Tempat Belanja di Sulut, Ada Produk Kedaluwarsa
Inisiatif Pemuda yang Inspiratif
Pemuda Islam Miftahul Jannah sebagai penyelenggara mendapat apresiasi atas inisiatifnya menggelar kegiatan yang inklusif. Mereka tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain.
Dukungan Masyarakat
Tradisi ini mendapat dukungan luas dari masyarakat setempat. Banyak warga yang berpartisipasi dengan menyumbangkan makanan serta membantu kelancaran acara.
Kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan antarwarga.
Harapan Terus Terjaga
Melalui kegiatan seperti Sahur Akbar, diharapkan nilai toleransi dan persaudaraan dapat terus terjaga di tengah masyarakat.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan damai.





